Balon Gubernur PKB di Pilkada DKI Jakarta

Hasil Balon Gubernur dari PKB Pilkada DKI Jakarta 2017Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi membuka pendaftaran bakal calon gubernur (balongub) DKI Jakarta, mulai Senin (11/4). Wakil Sekretaris DPW PKB Jakarta Ahmad Muslim mengatakan, cara tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi putra terbaik bangsa untuk mendaftarkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta melalui PKB.

“Sesuai surat instruksi DPP PKB, kami membuat tim seleksi pendaftaran pencalonan Gubernur DKI Jakarta. Sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat umum yang mau mendaftar,” kata Muslim melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Warta Kota, Minggu (10/4).

Menurut Muslim, sebuah kewajiban bagi PKB sebagai partai politik dalam memberikan figur yang terbaik kepada masyarakat DKI Jakarta. Pembukaan pencalonan menurutnya, memberikan filterisasi bagi perkembangan demokrasi di Pilkada DKI Jakarta. “Sebuah momentum Pilgub ibukota yang terus bergulir dan semakin banyak memunculkan figur Cagub menandakan meriahnya situasi demokrasi politik kita,” katanya.

Muslim mengatakan, DPW PKB Jakarta membuka pendaftaran secara resmi pada 11 April 2016 dan memberikan kesempatan kepada anak bangsa yang mau bersama PKB sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Kami tidak akan membatasi, siapa saja boleh mendaftar baik kader internal maupun dari eksternal agar terlihat kompetensi dan kompetisi yang baik dalam memilih gubernur jakarta,” ucapnya.

Katanya, calon gubernur dan wakil gubernur yang akan mengambil formulir Cagub dapat mengambilnya di tim pendaftaran Pilkada PKB DKI Jakarta yang berada di Jalan Matraman Raya Gg H.Murtadho no 365A matraman Jakarta Timur. “Silakan datang ke Sekretariat Pilkada DPW PKB Jakarta, untuk sementara ini yang memberikan sinyal mendaftar ada sekitar 10 orang. Terdiri dari pengusaha, wartawan senior, politisi, artis dan ahli tata negara,” imbuhnya.‬(Kontan)
Selengkapnya

H Lulung Daftar ke PDIP Pilkada Jakarta 2017

H Lulung Daftar ke PDIP Pilkada Jakarta 2017Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) hingga Senin siang, telah menerima 23 pendaftar bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, sejak penjaringan dibuka pada 8 April lalu. Pendaftar diantaranya H Lulung. Selain 23 orang pendaftar tersebut, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut secara internal memberikan penugasan kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Boy Sadikin dan salah satu kadernya yang kini menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

DPD PDI Perjuangan sendiri masih akan membuka masa penjaringan hingga 25 April mendatang, sebelum memulai proses penyaringan. Penyaringan cagub dan cawagub akan terdiri dari antara lain uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), psikotes, dan tes urine. Setelah menyelesaikan proses penjaringan dan penyaringan, DPD PDI Perjuangan akan menyerahkan rekomendasi kepada DPP PDI Perjuangan. Ady mengaku pihaknya tidak membatasi kuota bakal calon yang akan direkomendasikan ke DPP PDI Perjuangan. "Tidak ada (batasan kuota). Kalau 23 orang itu oke ya kita serahkan semua (rekomendasinya) ke DPP, 'why not'," ungkapnya.

Beberapa bakal calon yang telah mendaftar ke PDI Perjuangan untuk maju dalam pertarungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 antara lain Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, kader Partai Demokrat Mischa Mischa Hasnaeni Moein yang juga dikenal dengan julukan "wanita emas", Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau akrab disapa Haji Lulung. Selanjutnya, pengusaha Sandiaga Uno, Pemimpin Umum Rakyat Merdeka "Online" (daring) Teguh Santosa, dan pakar tata kota Universitas Parahyangan Marco Kusumawijaya. "Khusus untuk Pak Boy dan Pak Djarot karena ditugaskan oleh beberapa dewan pimpinan cabang (DPC) jadi tidak perlu mengisi formulir," ujar Bendahara DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Ady Wijaya di Jakarta, Senin. - Sumber : antara
Selengkapnya

Balon Partai Demokrat Pilkada Jakarta 2017

Balon Partai Demokrat Pilkada Jakarta 2017Sejumlah bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 mengambil formulir dari sejumlah partai yang membuka pendaftaran untuk Pilgub DKI mendatang. Partai politik (parpol) dianggap sebagai kendaraan yang ideal dalam sistem demokrasi.

Hari ini dua balon gubernur dari Partai Gerindra Biem Benyamin dan Sandiaga Uno mendaftar ikut penjaringan ke Partai Demokrat. Biem mengatakan, baru melakukan pendaftaran di Partai Demokrat mengingat hari ini jadwal terakhir pendaftaran. Pekan depan, Biem juga akan mendaftar ke PKB dan PDI Perjuangan. Menurut Biem, selain karena partai Gerindra tidak mungkin bisa mengusung calon sendiri, pendaftaran di sejumlah partai agar partai politik tidak membeli kucing dalam karung saat koalisi nanti.

Terpenting, jangan sampai partai politik tiba-tiba diujung pendaftran Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencalonkan calon dari langit. "Pada 2012 saya sudah pernah independen. Hasilnya kalah. Pemerintahan itu tidak bisa single fighter. Semua harus dilibatkan, dan mitra legislatif itu wakil rakyat dari partai politik," kata Biem Benyamin di kantor DPD Partai Demokrat, Jumat 15 April 2016 kemarin.

Sementara Sandiaga Uno juga mengambil formulir di Partai Demokrat melalui perwakilannya, Ghazali. Menurut Ghazali, Sandiaga sudah mengambil formulir pendaftaran ke PKB dan PDIP. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komunikasi politik yang serius dan intens.

Ketua Tim Penjaringan Partai Demokrat Raja Mantan Purba bersyukur terhadap antusias masyarakat yang ingin mencalonkan diri menjadi balon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Demokrat. Menurutnya, saat ini sudah ada 12 nama yang mendaftar di antaranya, Hasnaeni; Sandiaga Uno; Biem Benyamin; Adhyaksa Dault;, Yusril Ihza Mahendra; Abraham Lunggana (Lulung); Mohamad Idrus; Teguh Santosa dan Beny Mukolu. - SindoNews
Selengkapnya

Rhoma Irama Mendeklarasikan Partai Idaman

Hasil Quick Count Pilkada Partai Idaman 2015Penyanyi dangdut Rhoma Irama mendeklarasikan partai baru bernama Partai Islam Damai Aman atau Partai Idaman, Sabtu (11/7/2015). Partai ini menggunakan logo bergambar tangan membentuk lambang cinta. Deklarasi digelar di sebuah restoran di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu sore. Dalam sambutan, Rhoma menjelaskan makna lambang dan tagline yang digunakan partainya. "Makna lambang partai ini adalah love, love Indonesia. Love ini adalah bahasa Inggris yang sudah meng-Indonesia," ujar Rhoma.

Pimpinan grup band dangdut Soneta itu juga menyandingkan kata love setara dengan kata peace (damai) yang kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan partai barunya ini, ia ingin membuktikan kepada dunia bahwa Islam tak mendukung gerakan radikal. "Karena di Indonesia ini mengalami islamofobia. Saya ingin mengeliminir stigma negatif di Indonesia itu bahwa Islam bukan seperti ISIS-lah, apa lah (yang menggunakan kekerasan)," kata Rhoma.

Acara deklarasi Partai Idaman ini masih berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Rhoma dan pendiri partai lain akan memberikan pernyataan pers di akhir acara. Dalam acara tersebut, Rhoma mengundang sejumlah organisasi, yakni Akurat (Aliansi Kejujuran untuk Rakyat), Forum Ta-Mir Mushala Seluruh Indonesia, dan Forsa (Fans of Rhoma and Soneta). Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) Rhoma Irama menyatakan bahwa partai tersebut didirikan untuk menepis anggapan negatif terhadap agama Islam di Indonesia.

Rhoma menyebutkan, salah satu alasannya mendirikan Partai Idaman adalah keinginan untuk memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan bangsa. Mengenai nama partai yang memuat kata Islam, hal itu didasarkan pada kondisi di Tanah Air, tempat banyak pihak mengaitkan Islam dengan berbagai tindak kekerasan, seperti terorisme. "Karena di Indonesia ini mengalami Islamofobia. Saya ingin mengeliminasi stigma negatif di Indonesia bahwa Islam bukan seperti ISIS-lah, apa-lah (yang menggunakan kekerasan)," kata Rhoma dalam wawancara dalam program Kompas Petang di Kompas TV, Sabtu (11/7/2015) malam.

Rhoma mengatakan, secara kontekstual, Islam memberikan keamanan dan kedamaian bagi umat. Pria yang namanya pernah masuk dalam bursa calon ketua umum Partai Bulan Bintang itu mengatakan, modalnya mendirikan partai bukanlah modal materi, melainkan modal sosial. Ia mengklaim, banyak pihak—termasuk ulama dan politisi—yang memberikan dukungan kepadanya untuk membentuk partai baru tersebut.
Selengkapnya