
Gugatan Mustofa-Pungkasiadi berawal dari polemik surat rekomendasi dukungan untuk Nisa-Arif yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan Pusat PPP pimpinan Djan Faridz. Mustofa-Pungkasiadi menuduh surat dukungan itu direkayasa untuk memenuhi kuota suara karena dukungan kubu Djan telah diserahkan kepadanya.
Gagal menggugat melalui Panwas, Mustofa-Pungkasiadi mengajukan gugatan ke PTTUN Surabaya namun kandas. Upaya hukum terakhir dilakukan dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. “Memang kami belum menerima salinan putusan, bahwa pertimbangannya seperti apa nanti kita baca bersama. Tapi amarnya tidak akan keluar dari petitum yang kami minta,” ujar Soleh.
Menurut Sholeh perkara Nomor 539 K/TUN/PILKADA/2015 itu diputus pada 3 November 2015 dengan amar mengabulkan gugatan penggugat dan membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya yang menolak gugatan penggugat. Sebelumnya Mustofa-Pungkasiadi menggugat Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mojokerto Nomor 31/Kpts/KPU.Kab-014.329790/2015 tanggal 24 Agustus 2015 tentang penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati